Make your own free website on Tripod.com

ISLAM

DAN

PRANA SAKTI


Prana Sakti merupakan perguruan tempat belajar dan praktek melafazkan dengan mulut, menghayati dan hati kalimat tauhid, Laa ilaaha illallaah, serta melaksanakan konsekuensinya dalam perbuatan sesuai dengan ajaran Al-Qur'an dan Al-Hadits.

Dalam melaksanakan jurus, dalam hati selalu ingat kepada Allah SWT dan menyebut zikir dan kalimat tauhid tersebut. Prinsip latihan ini diperkuat oleh sebuah hadits qudsi yang mengatakan bahwa barang siapa yang yang memasuki benteng-Ku, ia aman dari siksaku (HQR. Abu Na'im, Ibnu Hajar dan Ibnu Asakir yang bersumber dari Ali bin Abi Thalib RA)

Olah raga yang dikembangkan dalam Prana Sakti bernafaskan Islam, berdasarkan Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk membina keimanan, kesehatan serta beladiri terhadap gangguan manusia dan syetan yang sesat dan jahat. Itulah sebabnya sebelum latihan, dibuka dulu dengan berdo'a kepada Allah SWT mengharap ridlo dan pertolongan-Nya.

Pengertian bela diri menurut Prana Sakti, tidak sama persis dengan olah raga bela diri silat, karate, judo, taekwondo, kempo, dan sebagainya, karena dalam Prana Sakti tidak diajarkan jurus atau gerakan yang ditujukan untuk menyerang atau kontak secara fisik terhadap lawan.

Dengan memahami, menghayati dan mengamalkan kalimah tauhi Laa ilaaha illallaah dalam kehidupan sehari-hari, maka ummat Islam akan mendapatkan suatu kekuatan yang luar biasa, yaitu jiwa yang merdeka, bersih dan suci serta senantiasa dalam keadaan fithrah dalam iman kepada Allah SWT. Kemerdekaan sejati ini hanya akan diperoleh manakala kita hanya bertuhan kepada Allah semata. Mengesakan-Nya dan menjauhi perbuatan syirik, baik syirik besar maupun syirik kecil yang tersembunyi.

Ummat Islam dituntun pula untuk membawa bangsa Indonesia agar mampu bersaing dan mensejajarkan diri dengan bangsa-bangsa besar lainnya di dunia dalam era globalisasi ini. Untuk itu dibutuhkan tenaga dalam yang berintikan kalimah thayyibah Laa ilaaha illallaah. Dengan jalan ini insya Allah kita akan mendapatkan rahmat dan hidayah yang akan membawa kepada terbentuknya kesehatan jasmani dan rohani, keselamatan dan kebahagiaan lahir dan batin, dunia dan akhirat.